Ponpes Kilat Nasional Diharap Tak Hanya Tahunan
MALANG–Siswa-siswi rintisan SMA bertaraf internasional sangat antusias mengikuti pesantren kilat Ramadhan di MAN 3 Malang. Makanya, mereka berharap pelaksanaan pondok pesantren (Ponpes) kilat nasional yang digelar Departemen Agama (Depag) bersama Yayasan Alma’arif dan Universitas Islam Malang (Unisma) ini tidak hanya dilaksanakan sekali dalam setahun. ‘’Dalam ajang pesantren kilat nasional ini sangat besar manfaatnya. Kami tidak hanya mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan baru terkait dengan agama. Namun, juga bias menambah khasanah silaturahmi,’’ tutur Ali siswa SMAN Semarang.
Pengakuan Ali itu juga diamini siswa asal Wonosari, Yogjakarta, Ardi. Dia menambahkan bahwa penambahan pengetahuan agama itu sudah pasti. Sedangkan penambahan lain yang dinilai tak kalah manfaatnya adalah bertambahnya saudara dari daerah lain.
Diakui Ardi dan ALi, setelah dua hari mengikuti program Pesantren Kilat Ramadhan Nasional bagi siswa-siswi SMA bertaraf internasional ini, penambahan ilmu itu tidak hanya dari seorang guru atau dosen. Khususnya, mereka yang menjadi pemateri dalam acara Ponpes Ramadhan nasional ini.
Akan tetapi, lanjut dia, ilmu tersebut juga bias diperoleh dari teman-teman sesame peserta Ponpes Kilat Ramadhan ini. Dicontohkan, seperti temana sekamar, atau teman satu kelompok diskusi yang berasal dari daerah lain.
‘’Tambahan pengetahuan baru itu sangat luar biasa dan tak ternilai. Begitu juga yang berkaitan dengan informasi pengetahuan soal budaya di daerah lain. Saya tak perlu dating ke Kalimantan langsung, tapi bias dapat informasi dari teman yang berasal dari Kalimantan itu lewat ajang pesantren kilat Ramadhan ini,’’ tandasnya.
Makanya, semangat mengikuti Ponpes Kilat ramadhan ini terpancar dari hamper seluruh peserta. Misalnya, yang diakui Akbar dan ALif dari Kalimantan. Mereka mengaku justru dating lebih awal dari yang dijadwalkanm untuk mengikuti program pesantren kilat Ramadhan ini.
Setelah mengikuti program pesantren kilat Ramadhan tersebut, ternyata manfaat yang dirasakan luar biasa. APalagi, dalam setiap sesi materi yang diikuti diberikan secara menarik dan tidak membosankan.
Maklum, pematerinya memiliki kompetensi dan tak perlu diragukan lagi, misalnya, KH Zannur habib yang memberikan materi soal Alqur’an sebagai Kita Suci dan Pedoman Hidup Umat Islam. Begitu juga Dr Ir Badat Muwachid MP tentang Sistem Dakwah yang rahmatan lilialamin dan model kepemimpinan yang Rahmatan lilalamin oleh Dr H Munir Ilham MA. Selain tiu, tentang Kemandirian dan Profesionalisme menurut Islam yang disampaikan Dr H Masykuri Bakri MSi.
Karena itu, para siswa peserta pesantren kilat ramadhan ini berharap tdiak hanya digelar sekali setahun. Namun, bias lebih. Sehingga, pemahaman tentang Islam yang rahmatan lilalamin itu bias lebih luas lagi dan diaplikasikan dengan baik.
Menyikapi harapan tersebut, Ketua panitia pelaksana, Ali Murtadlo tidak banyak berkomentar. Namun, Masykuri Bakri yang juga Ketua LPM Unisma justru mengakui bila idealnya minimal program ini dilaksanakan setiap semester. ‘’Sehingga ada refresh bagi siswa-siswa di masing-masing sekolah,’’ jelasnya.
Diakui dia, selama ini memang Unisma selalu menjadi piuoner program-program keislaman yang dilaksanakan bersama Depag. Misalnya, Kemnas dan Sanlat ini. Menurut dia, program ini memberikan nuansa baru di lingkungan Depag. Harapannya, kata dia, agar ada trobosan baru untuk mengembangkan sumber daya manusia. ‘’Salah satu modelnya, melalui pesantrren kilat ini,’’ tegasnya.
Kendati demikian, Masykuri menegaskan bawah pelaksanaan program ini sangat tergantung pada Depag untuk menindak lanjuti. Alasannya, ada hal yang perlu dibenahi dalam pencarian bentuk tersebut. Sehingga, dalam pelaksanaannya ada workshop untuk merumuskan kerohanian di sekolah mereka. Itu untuk pengembangan di masing-masing sekolah. Sehingga, tiap semester ada semacam review yang menagarah pada system pendidikan di skeolah itu semakin lebih baik lagi. aji/kpo
Sumber: Republika, Jumat, 11 September 2009 pukul 15:53:00
Tags: depag, masykuri, pesantren kilat, unisma









